Peserta Pelatihan Pangkas Rambut Siap Magang

Share

Kraksaan – Pelatihan pangkas rambut gelaran MUI Kabupaten Probolinggo dan Baznas Kabupaten Probolinggo telah rampung di hari kedua, Kamis (5/11/2026) di ruang Amanah Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan. Selanjutnya, peserta akan ditempatkan di tempat magang.

Pelatihan bertema “Tingkatkan Skill Raih Peluang Usaha” ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari keterampilan pangkas rambut yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Ketua Komisi Sosial MUI Kabupaten Probolinggo, H Sugianto, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membekali anak putus sekolah dan masyarakat kurang mampu dengan keterampilan produktif.

“Kami melihat anak-anak putus sekolah perlu diarahkan agar memiliki kegiatan yang produktif. Melalui pelatihan seperti ini, mereka mempunyai keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” katanya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, lanjut Sugianto, peserta akan mendapatkan kesempatan magang di sejumlah tempat pangkas rambut yang telah ditunjuk. Tahapan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung sekaligus meningkatkan kemampuan peserta dalam praktik kerja.

“Melalui program magang ini peserta diharapkan dapat memperdalam kemampuan, meningkatkan keterampilan serta memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan usaha pangkas rambut,” katanya.

Diketahui, 20 peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk lingkungan pondok pesantren dan masyarakat umum. “Karena itu, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, pihaknya juga merencanakan bantuan peralatan pangkas rambut bagi peserta dengan hasil terbaik melalui dukungan Baznas Kabupaten Probolinggo. “Dengan adanya bantuan tersebut, mereka tidak lagi kesulitan ketika ingin memulai usaha sendiri,” terangnya.

Sugianto menjelaskan, pemilihan pelatihan pangkas rambut dilatarbelakangi kepedulian terhadap anak-anak putus sekolah dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan keterampilan untuk menunjang kehidupan ekonomi mereka.

Menurutnya, pemberian keterampilan produktif juga menjadi salah satu upaya mencegah anak-anak muda terjerumus dalam pergaulan dan aktivitas negatif. Dengan memiliki kesibukan serta peluang memperoleh penghasilan, mereka diharapkan dapat membangun masa depan yang lebih baik. (Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *