Kraksaan – Kegiatan Pelatihan Pangkas Rambut Metode Barbershop yang digelar Komisi Sosial MUI Kabupaten Probolinggo, merupakan hasil sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo.
Bagi Baznas, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H Ahmad Muzammil menyampaikan pihaknya mendukung pelatihan tersebut sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dukungan diberikan melalui pembiayaan kebutuhan penyelenggaraan kegiatan hingga rencana bantuan peralatan yang diperlukan peserta untuk mengembangkan keterampilan.
“Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu program yang mendapat perhatian Baznas karena memiliki manfaat langsung dalam meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan pemberdayaan ekonomi tidak hanya diberikan dalam bentuk pelatihan, tetapi juga dapat berupa dukungan peralatan kerja sesuai kebutuhan penerima manfaat. Beberapa bantuan yang pernah disalurkan antara lain kompresor, mesin jahit hingga peralatan bengkel.
“Dana pemberdayaan ekonomi di Baznas masih tersedia dan memang diarahkan untuk kegiatan yang bisa memberikan manfaat secara ekonomi. Kami sangat mendukung program yang dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha,” jelasnya.

Muzammil menambahkan, sasaran utama program pemberdayaan ekonomi adalah kelompok dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak putus sekolah. Melalui pelatihan pangkas rambut, mereka diharapkan memiliki keterampilan produktif sehingga dapat mengembangkan usaha secara mandiri.
“Harapan kami, anak-anak yang sebelumnya belum memiliki kegiatan produktif bisa mendapatkan keterampilan melalui pelatihan ini. Setelah mahir, mereka diharapkan mampu membuka usaha pangkas rambut sendiri sehingga bisa menghidupi dirinya dan membantu perekonomian keluarga,” harapnya.
Ia berharap bantuan peralatan setelah pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peserta untuk mengembangkan keterampilan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. “Jangan sampai pelatihan hanya berhenti pada kegiatan belajar. Kami berharap setelah memiliki kemampuan, peserta benar-benar bisa mempraktikkannya dan menjadikannya peluang usaha. Dengan begitu, program pemberdayaan ekonomi Baznas bisa memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, MUI dan Baznas Kabupaten Probolinggo berharap para peserta dapat menguasai keterampilan pangkas rambut, memperoleh pengalaman praktik dan memiliki bekal untuk membangun usaha mandiri. Dengan demikian, keterampilan yang dipelajari dapat menjadi salah satu jalan menuju kemandirian ekonomi.
Diberitakan sebelumnya, MUI Kabupaten Probolinggo dan Baznas Kabupaten Probolinggo bersinergi menggelar kegiatan pelatihan pangkas rambut. Kegiatan yang diikuti 20 anak putus sekolah dan masyarakat dhuafa ini digelar di Ruang Amanah Gedung Islamic Center Kraksaan, Rabu-Kamis (4-5/11/2026). (Admin)


