Oleh: KH M Syakur Dewa, Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Probolinggo
Ramadan itu bagaikan pedang bermata dua; Sebagaimana pahala dilipatgandakan, keburukan pun demikian.
Mari lebih waspada menjaga hati, menjaga komen dan menjaga lisan; jangan sampai kita pulang dari bulan suci ini justru membawa tumpukan dosa.
وَتَضَاعَفَ الحَسَنَةُ وَالسَّيِّئَةُ بِمَكَانٍ فَاضِلٍ كَمَكَّةَ وَالمَدِينَةِ وَبَيْتِ المَقْدِسِ وَفِي المَسَاجِدِ , وَبِزَمَانٍ فَاضِلٍ كَيَومِ الجُمْعَةِ , وَالأَشْهُرِ الحُرُمِ وَرَمَضَانَ
Kebaikan dan keburukan (dosa) dilipatgandakan karena dilakukan di tempat yang mulia, seperti Makkah, Madinah, Baitul Maqdis dan di beberapa masjid.
Dan sebab dilakukan pada waktu yang mulia seperti hari Jumat, bulan-bulan yang mulia dan bulan Ramadan.” [Mathalib Ulin Nuha 2/385]. (Admin)

