Maksud Hadis ‘Tidur di Bulan Ramadan’ Benilai Ibadah

Share

Oleh: KH M. Syakur Dewa, Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Probolinggo

Kraksaan – Sama seperti pesantren lainnya, di bulan Ramadan pesantren kami yakni Ponpes Darut Tauhid, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, juga rutin mengadakan khataman kitab kuning untuk para santri.

Salah satu materi kajian kita pada hari ini, Rabu (25/2/2025) adalah hadis yang populer tiap Ramadan tiba:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ
Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni. (HR. Baihaqi).

Hadis ini seringkali dijadikan pembenaran bersikap malas-malasan dan banyak tidur saat menjalankan puasa di bulan Ramadan.

Padahal yang demikian tidak benar. Imam Al-Ghazali menjelaskan:

بَلْ مِنَ الآدَابِ أَنْ لَا يُكْثِرَ النَّوْمَ بِالنَّهَارِ حَتَّى يَحُسَّ بِالجُوْعِ وَالعَطْشِ وَيَسْتَشْعِرُ ضُعْفَ القَوِي فَيَصْفُو عِنْدَ ذَلِكَ قَلبُهُ
Sebagian tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih. (Ihya’ Ulumid Din, juz 1, hal. 246)

Lantas bagaimana sebenarnya maksud dari tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah?

Syekh Murtadla Az-Zabidi dalam kitab Ittihaf sadat al-Muttaqien menjawab:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَنَفَسُهُ تَسْبِيْحٌ وَصُمْتُهُ حِكْمَةٌ، هَذَا مَعَ كَونِ النَّومِ عَينَ الغَفْلَةِ وَلَكِنْ كُلُّ مَا يُسْتَعَانُ بِهِ عَلَى العِبَادَةِ يَكُوْنُ عِبَادَةً
Tidurnya orang puasa adalah ibadah, nafasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah.

Hadis ini menunjukkan, meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah. (Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574).

Jadi, tidur yg bernilai ibadah adalah tidur yang bertujuan mempersiapkan hal-hal yang bernuansa ibadah, agar fisiknya nanti kuat dan tidak lemah. Jadi bukan ajakan untuk memperbanyak tidur. (Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *