Masyarakat Kabupaten Probolinggo sudah tidak asing dengan cerita KH Muhammad Hasyim Aminullah atau yang lebih akrab dengan panggilan Kiai Mino, pendiri Pondok Pesantren Nurul Qodim, Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Ia merupakan satu dari sembilan anak dari pasangan Kiai Arbina dan Nyai Arbina.
Cerita kelahiran Kiai Mino ini bermula dari impian mulia sang ayah. Suatu ketika, Kiai Arbina mengikuti sebuah pengajian sore. Sang penceramah mengisahkan perjuangan orang tua Imam Al Syafi’i yang melakukan tirakat sebelum kelahiran Imam Al Syafi’i.
Dari cerita itulah, Kiai Arbani memimpikan seorang anak yang alim dari rahim istrinya. Tirakat, seperti yang dilakukan oleh orang tua Imam Al Syafi’i pun dilakukan oleh Kiai Arbani dan Nyai Arbani.
Tirakat yang dilakukan keduanya yakni wiridan dan bermunajat kepada Allah SWT. Karena keduanya tak miliki tasbih, mereka pun menggunakan potongan lidi. Lidi-lidi itu diambil dari sapu lidi di rumah Kiai Arbani.
Setiap lidi kemudian dibersihkan sampai benar-benar bersih oleh Nyai Arbani. Hal itu menunjukkan bahwa Nyai Arbani menjaga kesucian dalam setiap ibadahnya.
Lidi itu selanjutnya dipakai saat melakukan wiridan menyebut asma Allah SWT. Tak hanya wirid. Kiai Arbani dan Nyai Arbani juga memanjatkan doa agar dikaruniai anak yang alim dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Seperti sosok imam Al Syafii’i yang diimpikan Kiai Arbani.
Tirakat itu terus dilakukan oleh Kiai Arbani. Hingga akhirnya, tepat ketika kandungan Nyai Arbani berusia 9 bulan, seorang bayi mungil pun terlahir di rumah sederhana milik Kiai Arbani. Nah, bayi laki-laki mungil itu diberi nama Muhammad Hasyim Aminullah.
Muhammad Hasyim Aminullah terlahir seperti impian Kiai Arbani. Menjadi manusia alim dan menebar manfaat bagi masyarakat, layaknya sosok Imam Syafi’i yang diidamkan Kiai Arbani.
Kini, putra Kiai Arbani itu lebih dikenal dengan nama Kiai Mino. Ulama alim dan sangat sederhana. Meski Kiai Mino telah wafat pada 18 Dzulqo’dah 1408 H, namun cerita kealiman dan kesederhanaan Kiai Mino selalu diingat masyarakat.
Tepat pada Rabu, 6 Mei 2026 atau 18 Dzulqo’dah 1447 H, haul ke-39 Kiai Mino akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Qodim, Kalikajar Kulon, Paiton, pesantren yang didirikan Kiai Mino.
Sumber: Biografi Sang Pejuang, KH Moch Hasyim Mino, 2019


