*Oleh: KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo
Allah Swt. berfirman:
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)
Masjid bukan sekadar bangunan megah yang berdiri dengan kubah menjulang. Kemuliaannya lahir dari langkah-langkah kaki orang beriman yang tak pernah lelah menuju rumah Allah.
Dinding masjid mungkin dibangun dengan batu dan semen, tetapi ruhnya dibangun oleh iman, salat, zikir, doa, ilmu, dan amal saleh.
Ayat ini mengajarkan bahwa ukuran kemakmuran masjid bukan hanya indahnya arsitektur atau ramainya acara seremonial.
Yang lebih utama adalah hadirnya hamba-hamba yang hatinya terpaut kepada Allah, istiqamah menegakkan salat berjamaah, gemar berbagi melalui zakat dan sedekah, serta hanya takut kepada Allah dalam setiap langkah kehidupannya.
Mereka yang menghidupkan masjid dengan ibadah dan dakwah adalah orang-orang yang sedang membangun peradaban.
Dari masjid lahir ilmu, persaudaraan, kepedulian sosial, dan kekuatan umat. Masjid yang makmur akan melahirkan masyarakat yang makmur; masjid yang hidup akan menghidupkan hati-hati yang mulai gersang.
Karena itu, marilah kita berlomba menjadi bagian dari para pemakmur masjid. Jadikan masjid sebagai tempat kembali, tempat menenangkan hati, menimba ilmu, mempererat ukhuwah, dan memperbanyak sujud. Sebab, siapa yang memuliakan rumah Allah, niscaya Allah akan memuliakan hidupnya di dunia dan mengangkat derajatnya di akhirat.
Memakmurkan masjid bukan hanya tugas pengurus masjid. Itu adalah kehormatan bagi setiap orang yang mengaku beriman.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, sehingga kelak kita digolongkan sebagai orang-orang yang memperoleh petunjuk dan rahmat-Nya. Aamiin.
————–
Tulisan ini dibuat seiring telah dibukanya pembatas akses masuk jalan di depan Masjid Agung Ar Raudloh Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu 22/07/2026.
Penutupan akses untuk kendaraan menuju Masjid Agung Ar-Raudhoh itu dilakukan pemerintah setempat sejak satu tahun lebih yang lalu. Kebijakan itupun dikeluhkan jemaah masjid. (Admin)


