MUI Respons Kegiatan Berjoget Tak Pantas di SDN 1 Pakuniran

Share

Kraksaan – Lingkungan sekolah merupakan wadah untuk mendidik karakter dan keilmuan bagi peserta didik. Namun, jika lingkungan sekolah digunakan untuk kegiatan berjoget tak pantas yang dilakukan oleh orang dewasa sungguh memprihatinkan.

Hal itulah yang terjadi di SDN 1 Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Pada Minggu malam (21/6/2026), kegiatan pentas seni di sekolah tersebut menampilkan tarian tak pantas di hadapan anak-anak dan warga sekitar. Video kegiatan itu lantas menyebar berantai melalui media sosial.

Tak ayal, kegiatan itu mendapat sorotan publik. Pun demikian dengan MUI Kabupaten Probolinggo. MUI Kabupaten Probolinggo menilai bahwa acara semacam itu tidak semestinya terjadi. Apalagi di lingkungan pendidikan.

Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut kurang pantas.

“Menggunakan fasilitas sekolah milik negara untuk berjoget-joget atau membuat konten yang tidak mencerminkan nilai pendidikan adalah tindakan yang kurang pantas,” tegas Kiai Wasik, Jumat (26/6).

Merespons adanya tindakan itu, Kiai Wasik mengatakan bahwa pengurus harian MUI Kabupaten Probolinggo telah melakukan rapat pengurus membahas kejadian tersebut, Kamis (25/6).

Menurutnya, sekolah merupakan tempat menimba ilmu dan membentuk karakter. “Sehingga fasilitas yang ada semestinya dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendukung pendidikan, prestasi, dan pembinaan akhlak,” katanya.

Untuk itu, MUI Kabupaten Probolinggo meminta agar pihak terkait tidak melakukan pembiaran atas kejadian tersebut. “Jangan sampai ada pembiaran dari pihak yang berwenang, termasuk Disdikdaya,” ujar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MUI Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo telah melakukan penyelidikan pasca viralnya video yang memperlihatkan aksi joget-joget di SDN 1 Pakuniran. (Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *