Jangan Biarkan Hari Arafah Berlalu Begitu Saja

Share

*Oleh: KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo

Ada hari-hari yang berjalan biasa dalam hitungan manusia, namun di sisi langit nilainya melampaui usia dunia. Hari Arafah adalah salah satunya.

Pada hari itu, rahmat Allah turun begitu dekat. Pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya. Dosa-dosa yang lama menghitamkan hati, kesalahan yang bertahun-tahun dipikul diam-diam, bahkan air mata penyesalan yang tak pernah sempat terucap—semuanya menemukan jalan menuju kasih sayang-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka melebihi Hari Arafah”

Seakan-akan pada hari itu, langit dipenuhi nama-nama yang dihapus dari daftar kesengsaraan, lalu dicatat sebagai ahli rahmat dan ampunan.

Betapa agung hari itu. Hari ketika doa-doa yang lama terpendam diangkat tinggi.

Hari ketika hati yang patah dipeluk harapan.
Hari ketika seorang pendosa masih diberi kesempatan untuk kembali menjadi hamba yang dicintai Tuhannya.

Maka, jangan biarkan Hari Arafah berlalu seperti hari biasa. Basahilah ia dengan istighfar, doa, dzikir, dan harapan yang tulus. Karena boleh jadi, di antara jutaan nama yang dibebaskan dari neraka pada hari itu, terdapat nama kita. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *